TpY9BSdoGSYiTSzoBSzlTfGoTY==
  • Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh

ISBN Indonesia buku penerbitan nasional

ISBN Indonesia buku penerbitan nasional

Cara Mendapatkan dan Memahami ISBN di Indonesia

Jika kamu seorang penulis, penerbit, atau seseorang yang sedang menyiapkan buku pertamamu, mungkin kamu pernah mendengar istilah ISBN. ISBN adalah singkatan dari International Standard Book Number, sebuah nomor identifikasi unik yang diberikan untuk setiap buku yang diterbitkan secara komersial. Meskipun terdengar teknis, ISBN memiliki peran penting dalam dunia penerbitan. Dengan ISBN, buku kamu bisa dikenali, dicari, dan didistribusikan dengan lebih mudah, baik secara lokal maupun internasional.

ISBN tidak hanya berfungsi sebagai kode pengenal, tetapi juga menjadi alat penting untuk mengelola distribusi, promosi, dan administrasi buku. Di Indonesia, ISBN dikelola oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), yang bertindak sebagai Badan Nasional ISBN. Proses pengajuan ISBN di Indonesia tidak terlalu rumit, meskipun memerlukan beberapa langkah administratif. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap cara mendapatkan ISBN, fungsi utamanya, serta manfaat yang bisa kamu peroleh.

ISBN merupakan bagian penting dari proses penerbitan buku. Dengan memiliki ISBN, buku kamu akan memiliki identitas resmi yang dapat digunakan untuk keperluan pemasaran, pencatatan, dan distribusi. Selain itu, ISBN juga meningkatkan kredibilitas dan profesionalisme penerbit, karena menunjukkan bahwa buku tersebut telah melalui proses pengurusan yang sesuai standar. Bagi penulis mandiri atau self-publishing, ISBN juga menjadi salah satu syarat wajib untuk mendaftarkan buku ke toko online seperti Tokopedia, Bukalapak, atau platform lainnya.

Proses pengajuan ISBN di Indonesia dilakukan secara online melalui situs resmi Perpustakaan Nasional. Penerbit harus mendaftar dan mengisi formulir dengan data yang lengkap, termasuk informasi tentang buku, penerbit, dan dokumen pendukung. Setelah persetujuan diberikan, penerbit akan mendapatkan nomor ISBN yang kemudian dicantumkan di dalam buku. Dengan demikian, buku kamu akan terdaftar dalam katalog nasional dan internasional, sehingga lebih mudah ditemukan oleh pembaca.

Apa Itu ISBN?

ISBN, atau International Standard Book Number, adalah nomor unik yang diberikan kepada setiap buku yang diterbitkan secara komersial. Nomor ini terdiri dari 13 digit, yang mencakup informasi tentang negara asal, penerbit, judul, edisi, dan format buku. ISBN dibuat untuk memudahkan pengenalan, pencarian, dan distribusi buku di seluruh dunia. Kode ini sangat penting bagi penerbit, penulis, dan pembaca, karena membantu menghindari kesalahpahaman atau duplikasi buku yang memiliki judul atau penulis yang sama.

Sejarah ISBN dimulai pada tahun 1966 di Britania Raya, ketika W H Smith, seorang pedagang buku dan alat tulis, memperkenalkan sistem Standard Book Numbering (SBN). Sistem ini digunakan hingga tahun 1974, setelah itu diadopsi sebagai standar internasional. Pada tahun 1970, ISBN diresmikan sebagai standar ISO 2108. Sejak saat itu, ISBN menjadi alat baku dalam dunia penerbitan global, dengan lebih dari 160 negara menggunakan sistem ini.

Di Indonesia, ISBN dikelola oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) sebagai Badan Nasional ISBN. Perpusnas memiliki peran penting dalam memastikan bahwa setiap buku yang diterbitkan di Indonesia memiliki ISBN yang valid dan dapat diakses secara nasional maupun internasional.

Struktur ISBN

ISBN terdiri dari lima elemen utama yang masing-masing memiliki makna spesifik:

  1. Prefix Identifier: Angka 978 atau 979 yang menunjukkan bahwa nomor tersebut adalah ISBN.
  2. Kode Negara Asal atau Bahasa: Angka yang menunjukkan negara atau wilayah bahasa dari penerbit buku.
  3. Kode Penerbit: Angka yang menunjukkan identitas penerbit buku.
  4. Kode Identitas Terbitan: Angka yang menunjukkan judul, edisi, dan format buku.
  5. Angka Validasi: Angka yang digunakan untuk memeriksa kebenaran ISBN.

Contoh ISBN adalah 978-602-03-1234-5. Dalam contoh ini: - 978 adalah prefix identifier. - 602 adalah kode negara asal Indonesia. - 03 adalah kode penerbit Deepublish. - 1234 adalah kode identitas terbitan. - 5 adalah angka validasi.

Dengan struktur ini, setiap buku memiliki identitas yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Fungsi ISBN

ISBN memiliki beberapa fungsi penting dalam dunia penerbitan. Berikut adalah beberapa fungsi utamanya:

  1. Memberikan Identitas Buku: ISBN membantu membedakan satu judul buku dari buku lain yang mungkin memiliki judul, penulis, atau penerbit yang sama. Ini sangat penting untuk menghindari kebingungan dalam pengelolaan buku.

  2. Membantu Distribusi Buku: ISBN memudahkan penerbit, distributor, dan penjual dalam mengelola stok, harga, dan penjualan buku. ISBN juga mempermudah penggunaan barcode, yang mempercepat proses transaksi dan pengiriman buku.

  3. Menambah Kredibilitas Penulis: Dengan memiliki ISBN, penulis yang ingin menerbitkan buku secara mandiri atau self-publishing dapat meningkatkan kredibilitas dan profesionalisme di mata pembaca dan pihak terkait.

  4. Sebagai Sarana Promosi: ISBN memungkinkan buku terdaftar di katalog dan basis data buku, baik nasional maupun internasional. Hal ini memudahkan pembaca untuk mencari dan menemukan buku yang diinginkan melalui mesin pencari, media sosial, atau platform online lainnya.

Fungsi-fungsi ini menjadikan ISBN sebagai alat yang sangat penting dalam dunia penerbitan, baik untuk penerbit besar maupun penerbit kecil atau individu.

Manfaat ISBN

Selain fungsi-fungsi utamanya, ISBN juga memberikan berbagai manfaat yang berguna bagi penerbit dan penulis. Berikut adalah beberapa manfaat utamanya:

  1. Meningkatkan Profesionalisme: Buku yang memiliki ISBN dianggap lebih profesional dan terpercaya, baik oleh pembaca maupun penjual buku. ISBN dapat meningkatkan reputasi buku dan penerbitnya.

  2. Meningkatkan Peluang Distribusi: Dengan ISBN, buku kamu bisa terdaftar di berbagai katalog buku internasional, termasuk toko buku besar dan perpustakaan dunia. Artinya, peluang buku kamu dibaca dan dibeli lebih besar.

  3. Memudahkan Pelacakan Penjualan: ISBN membantu dalam pelacakan penjualan buku, yang memudahkan penerbit dan penulis dalam mengelola royalti dengan lebih transparan.

  4. Meningkatkan Aksesibilitas: ISBN memungkinkan buku kamu ditemukan lebih mudah oleh pembaca, baik secara fisik di rak toko buku maupun lewat pencarian online.

Manfaat-manfaat ini menjadikan ISBN sebagai salah satu elemen penting dalam proses penerbitan buku. Dengan memiliki ISBN, buku kamu tidak hanya diakui secara resmi, tetapi juga memiliki peluang lebih besar untuk dikenal dan didistribusikan ke seluruh penjuru dunia.

Proses Pengajuan ISBN di Indonesia

Di Indonesia, proses pengajuan ISBN dilakukan secara online melalui situs resmi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas). Berikut adalah langkah-langkahnya:

  1. Pendaftaran Online: Penerbit harus mendaftar online dengan mengisi formulir pendaftaran yang memuat data pribadi dan data perusahaan, serta melampirkan dokumen pendukung seperti akta pendirian, NPWP, SIUP, dan TDP.

  2. Verifikasi dan Persetujuan: Setelah mendaftar, penerbit harus menunggu verifikasi dan persetujuan dari Perpusnas. Jika diterima, penerbit akan mendapatkan username dan password untuk login ke akun penerbit.

  3. Pendaftaran Akun Penerbit: Setelah login, penerbit harus mengisi data profil penerbit, seperti nama, alamat, kontak, dan logo. Penerbit juga harus mengganti password dengan yang baru untuk keamanan akun.

  4. Pengajuan ISBN: Setelah mengisi data profil, penerbit dapat mengajukan ISBN untuk buku yang akan diterbitkan. Penerbit harus mengisi formulir pengajuan ISBN dengan data buku, seperti judul, penulis, editor, halaman, ukuran, harga, dan sampul. Penerbit juga harus melampirkan dokumen pendukung, seperti naskah, surat pernyataan, dan surat kuasa.

  5. Pengiriman Data Buku: Setelah mendapatkan nomor ISBN, penerbit harus mencantumkan nomor tersebut di dalam buku, baik di halaman hak cipta, halaman belakang, atau barcode. Penerbit juga harus mengirimkan data buku yang sudah diterbitkan ke Perpusnas, baik dalam bentuk cetak maupun digital, untuk dimasukkan ke dalam katalog dan basis data buku nasional.

  6. Konfirmasi dan Verifikasi: Setelah mengirimkan data buku, penerbit harus menunggu konfirmasi dari Perpusnas bahwa data buku sudah diunggah ke dalam katalog dan basis data buku nasional. Jika sudah, penerbit dapat melihat data buku tersebut di situs [Perpusnas].

Proses ini cukup sederhana dan dapat diselesaikan dalam waktu singkat, tergantung pada kelengkapan dokumen dan kecepatan verifikasi dari Perpusnas.

Tips untuk Membuat Proses Pengajuan ISBN Lebih Mudah

Jika kamu merasa proses pengajuan ISBN terlalu rumit, terutama jika kamu adalah penerbit pemula, ada beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk mempermudah prosesnya:

  1. Persiapkan Dokumen dengan Lengkap: Pastikan kamu memiliki semua dokumen yang diperlukan, seperti akta pendirian, NPWP, SIUP, dan TDP. Tanpa dokumen ini, proses pendaftaran dan verifikasi akan terhambat.

  2. Gunakan Layanan Penerbit Terpercaya: Jika kamu merasa tidak nyaman mengurus sendiri, kamu bisa menggunakan layanan dari penerbit yang sudah berpengalaman. Mereka biasanya akan mengurus semua proses pengajuan ISBN ke Perpusnas, sehingga kamu hanya perlu fokus pada penulisan dan desain buku.

  3. Ikuti Panduan Langkah demi Langkah: Perpusnas menyediakan panduan lengkap untuk proses pengajuan ISBN. Ikuti langkah-langkah tersebut secara detail agar tidak ada kesalahan dalam pengisian formulir atau pengiriman dokumen.

  4. Pastikan Data Akurat: Pastikan semua data yang kamu masukkan dalam formulir pengajuan ISBN benar dan lengkap. Kesalahan data dapat menyebabkan penundaan atau penolakan permohonan.

  5. Cek Status Pengajuan Secara Berkala: Setelah mengajukan, jangan lupa untuk mengecek status pengajuan secara berkala. Jika ada kendala, segera hubungi tim dukungan Perpusnas untuk mendapatkan bantuan.

Dengan tips-tips ini, proses pengajuan ISBN bisa menjadi lebih mudah dan efisien, terutama bagi penerbit pemula atau individu yang baru memulai karier di dunia penerbitan.

Kesimpulan

ISBN adalah bagian penting dari proses penerbitan buku, baik di tingkat nasional maupun internasional. Dengan memiliki ISBN, buku kamu akan memiliki identitas resmi yang dapat digunakan untuk keperluan pemasaran, pencatatan, dan distribusi. Di Indonesia, ISBN dikelola oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), yang bertindak sebagai Badan Nasional ISBN.

Proses pengajuan ISBN di Indonesia cukup sederhana dan dapat dilakukan secara online. Namun, diperlukan persiapan dokumen yang lengkap dan pengisian formulir yang tepat. Jika kamu merasa tidak nyaman mengurus sendiri, kamu bisa menggunakan layanan dari penerbit terpercaya yang akan mengurus semua proses pengajuan ISBN ke Perpusnas.

Dengan memiliki ISBN, buku kamu tidak hanya diakui secara resmi, tetapi juga memiliki peluang lebih besar untuk dikenal dan didistribusikan ke seluruh penjuru dunia. Jadi, jangan lupa ajukan ISBN untuk setiap buku yang kamu terbitkan, ya!

ISBN Indonesia buku penerbitan nasional

0
Chat di sini